Monday, July 17, 2006

LPG & LNG

"Ma, tolong bikinin telor dadar dong..." pinta si Sekar.
"ya tunggu sebentar, mama bikinin", sambil menunggu Sekar meraih sebuah koran lama yang tertumpuk di bawah meja.
"nih telor dadarnya" kata mama sambil duduk sebelah Sekar.
"cepet amat Ma bikinnya, koq kalau eyang yang bikin lama" tanya Sekar sambil menatap wajah mama-nya.
"eyang khan pakai kompor minyak tanah, kalau mama khan kompor gas", jelas mamanya pada Sekar.
"emang bedanya apa Ma, Kompor Gas dan kompor Minyak Tanah", lanjut Sekar.

Bahan Bakar Gas Cair,yang secara umum, biasa kita sebut dengan ELPIJI, kita tentu sering mendengar dan akrab sehari-hari dengan kehidupan kita, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga, namun apakah ELPIJI itu.

ELPIJI diperkenalkan Pertamina sejak tahun 1968. Tujuan Pertamina memasarkan ELPIJI adalah untuk meningkatkan pemanfaatan hasil produk Minyak Bumi, selain juga mengurangi permintaan dari kalangan ibu rumah tangga akan Minyak Tanah, ELPIJI sendiri merupakan peng-Indonesia-an ucapan LPG (dibaca elpiji) atau LIQUEFIED PETROLIUM GAS. Pertamina menjadikan LPG sebagai merk dagang. ELPIJI adalah Bahan Bakar yang ramah terhadap lingkungan. Dikalangan Ibu rumah tangga dan pengusaha restaurant, pengguna ELPIJI menjamin dapur yang tetap resik dan bersih. Selain itu bila dibandingkan dengan Minyak Tanah atau Kayu Bakar, daya pemanasan ELPIJI lebih tinggi sehingga memasak lebih cepat matang dan tentu lebih cepat dihidangkan.

ELPIJI merupakan campuran dari berbagai unsur Hydrocarbon yang berasal dari penyulingan Minyak Mentah dan berbentuk Gas. Dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah menjadi cair, sehingga dapat disebut sebagai Bahan Bakar Gas Cair.
Komponennya didominasi Propana ( C3H8 ) dan Butana (C4H10). ELPIJI juga mengandung Hydrocarbon ringan lain dalam jumlah kecil, misalnya Etana (C4H6) dan Pentana (C5H12). Dalam kondisi Atmosferis , ELPIJI berupa gas dan dapat dicairkan pada tekanan diatas 5kg/cm2. Volume ELPIJI dalam bentuk cair lebih kecil dibandingkan dalam bentuk gas untuk berat yang sama. Karena itu elpiji dipasarkan dalam bentuk cair.
Sifat lain ELPIJI lebih berat dibanding udara, karena Butana dalam bentuk Gas mempunyai Berat Jenis dua kali Berat Jenis udara.

Perbedaan LNG (Liquified Natural Gas) dengan LPG (Liquified Petroleum Gas).
LNG adalah Gas Metana (C1) yang dicairkan, sedangkan LPG adalah Gas Propana ( C3) atau Butana (C4) yang dicairkan.
Apa saja hasil dari LPG,
Bahan Bakar Gas ELPIJI untuk kebutuhan Rumah Tangga, Industri dan Komersial yaitu Bahan Bakar Gas ELPIJI campuran Propana dan Butana selanjutnya disebut ELPIJI CAMPURAN.
LPG ini mempunyai Vapour Pressure pada 100F sebesar 120 psig, dengan komposisi :
% Vol C2 maksimum 0.2,
% Vol C3 & C4 minimum 97.5 dan
% Vol C5+ (C5 & Heavier) maksimum 2.0.

Sedangkan Bahan Bakar Gas LPG untuk kebutuhan khusus dan Komersial, yaitu Bahan Bakar Gas ELPIJI Propana, selanjutnya disebut ELPIJI PROPANA.
LPG ini mempunyai vapour pressure pada 100 F sebesar 210 psig, dengan komposisi:
% vol C3 total minimum 95,
% vol C4 (C4 & heavier) maksimum 2.5.

Bahan Bakar Gas LPG untuk kebutuhan komersial yaitu Bahan Bakar Gas ELPIJI Butana, selanjutnya disebut LPG BUTANA. LPG ini mempunyai vapour pressure pada 100 F sebesar 70 psig, dengan komposisi:
% Vol C4 minimum 97.5,
% Vol C5 maksimum 2.5 dan
% Vol C6+ (C6 & Heavier) NIL.

Sedangkan hasil dari LNG antara lain :
  • LNG : Liquified Natural Gas ( mayoritas Methana - C1 )
  • LPG : Liquified Petroleum Gas ( umumnya Butana - C4 )
  • CNG : Compressed Natural Gas ( umumnya Ethana-Propana-Butana C2-C3-C4 )
  • Light Naphtha : Naphtha ringan ( umumnya berkisar antara C5 - C8 ), Condensible Gas
  • Heavy Naphtha : Naphtha berat ( berkisar C8 - C13 ), bahan baku bensin
  • HOMC : High Octane Mogas Component ( minyak pencampur bensin agar oktane numbernya tinggi, umumnya cracked naphtha )
  • Kerosene : Minyak Tanah ( berkisar C15-C18 )
  • Avtur : Aviation Turbine ( bahan bakar kerosene untuk turbin-gas pesawat terbang )
  • Avigas : Aviation Gasoline ( bahan bakar bensin untuk pesawat terbang bermotor bakar )
  • HSD : High Speed Diesel ( bahan bakar solar untuk mesin diesel putaran tinggi, terutama kendaraan transport dan mesin-mesin kecil )
  • MFO : Marine Fuel Oil ( bahan bakar diesel putaran menengah terutama pada diesel kapal atau diesel berukuran besar )
  • IFO : Industrial Fuel Oil ( minyak bakar ), sangat kental pada ambient temperatur, cocok untuk pemanas di eropa dan bahan bakar heater, mempunyai kalor pembakaran yang tinggi, sehingga volume pembakaran spesifiknya tinggi.

Dengan sedikit tulisan ini seyogyanya kita menyadari bahwa persediaan itu semakin lama semakin habis dan hal tersebut membutuhkan waktu jutaan tahun untuk mendapatkan sumber energi tersebut. Gunakanlah energi dari alam semaksimal dan se efisien mungkin karena, mahalnya semua yang akan kita terima kelak di kemudian hari.

(Tangkuban Perahu 33, Malang, 17-Juli-2006)